NASMOCO – Pemerintah telah menetapkan cuti berama Idul Adha selama tiga hari, libur panjang itu biasanya akan dimanfaatkan masyarakat untuk berpergian.
Paling umum adalah melakukan perjalanan jarak jauh menggunakan mobil.
Namun, ada risiko bahaya yang perlu diwaspadai, yaitu microsleep.
Microsleep adalah sesi tidur singkat yang berlangsung kurang dari 30 detik.
Hal ini sering terjadi saat pengemudi mengalami kelelahan dan tidak sempat istirahat selama perjalanan panjang.
Menurut AAA Foundation for Traffic Safety, sekitar 16,5 persen kecelakaan fatal di jalan raya disebabkan oleh pengemudi yang mengantuk, termasuk akibat microsleep.
National Highway Traffic Safety Administration AS juga melaporkan bahwa sekitar 6.000 kecelakaan fatal terjadi setiap tahun akibat pengemudi yang mengalami kantuk.
Microsleep saat mengemudi sangat berbahaya dan mengancam keselamatan pengemudi dan penumpang.
Jika mata terpejam selama 3 detik saat mobil melaju dengan kecepatan 96 km/jam, mobil dapat bergerak hingga 100 meter di luar jalur.
Beberapa gejala awal yang mungkin muncul sebelum serangan microsleep antara lain:
1. Tatapan mata kosong, kesulitan memproses informasi dari mata ke otak.
2. Menguap secara berulang karena rasa lelah.
3. Berkedip lambat dan berulang-ulang untuk tetap terjaga.
4. Kepala mengentak ke depan karena tidak bisa menahan kantuk.
5. Tidak ingat apa yang terjadi dalam beberapa menit terakhir.
6. Mengabaikan rambu lalu lintas atau melanggar aturan tanpa sadar.
7. Perlahan mobil bergeser ke kiri atau kanan dari lajur.
8. Kesulitan menjaga kecepatan konstan atau melakukan pengereman tiba-tiba.
9. Salah mengoperasikan instrumen kendaraan, misalnya menekan tuas sein ke arah yang salah.
10. Rasa tidak nyaman dan gelisah ingin segera sampai tujuan.
11. Kesulitan memproses informasi atau bingung saat berkomunikasi.
12. Lupa tujuan perjalanan atau bingung saat berada di persimpangan jalan atau exit tol.
Serangan microsleep lebih mungkin terjadi di malam hari karena tubuh secara alami membutuhkan tidur yang cukup.
Namun, terkadang serangan ini juga dapat terjadi di siang hari akibat beberapa faktor dan gejala yang telah disebutkan di atas.
Bahkan di pagi hari yang sejuk dan tenang, tubuh dapat sangat mengantuk.
Jika Anda mengalami gejala microsleep saat mengemudi, segera tepikan kendaraan dan beristirahat sejenak.
Pastikan untuk tidur minimal 30 menit agar tubuh dan kesadaran Anda pulih. Lebih baik mencegah bahaya daripada menghadapinya setelah terjadi kecelakaan.
Jadi, selalu ingat untuk istirahat yang cukup sebelum melakukan perjalanan jarak jauh agar tetap aman dan nyaman di jalan.
hubungi wiraniaga Nasmoco atau klik bit.ly/wanasmoco dan dapatkan layanan kebutuhan Toyota anda dengan MUDAH, LENGKAP, NYAMAN. (*)




