NASMOCO - Mobil hybrid electric vehicle (HEV) semakin diminati masyarakat Indonesia karena dikenal lebih hemat bahan bakar minyak (BBM) dan ramah lingkungan.
Namun, tahukah Nasmoco Lovers bahwa mobil hybrid bisa semaki irit BBM jika kita mengemudi dengan cara tertentu?
Meski sistem sudah diatur otomatis, gaya berkendara masih menjadi salah satu faktor efisiensi BBM.
Berbeda dengan mobil konvensional, mobil hybrid memiliki dua sumber tenaga, yakni motor listrik dan mesin bakar.
Keduanya bisa bekerja secara bergantian maupun bersamaan, tergantung kebutuhan.
Pengemudi memang tidak diberi tombol khusus untuk memilih mode irit, tetapi dengan memahami karakter kerja sistem hybrid, konsumsi BBM bisa ditekan secara signifikan melalui eco driving.
Kenali Jenis Sistem Hybrid
Sebelum masuk ke tips mengemudi, penting untuk mengetahui bahwa mobil hybrid memiliki beberapa jenis sistem, seperti mild hybrid, serial hybrid, parallel hybrid, dan plug-in hybrid (PHEV).
Di antara beberapa model tersebut, milik Toyota seperti Veloz Hybrid dan Yaris Cross Hybrid menggunakan sistem parallel hybrid dengan teknologi power split device.
Teknologi itu untuk saat ini menjadi yang paling efisien menekan angka konsumsi BBM.
Dari beberapa pengujian media otomotif nasional, Yaris Cross mencatatkan angka 31 KM per liter, sedangkan Veloz di angka 28,9 KM per liter.
Capaian itu bisa terwujud karena pada sistem ini, tenaga dari mesin bensin dan motor listrik dikelola secara cerdas melalui perangkat pembagi tenaga (power split device).
Komponen ini memungkinkan mobil memilih sumber tenaga paling efisien, apakah hanya motor listrik, hanya mesin bakar, atau kombinasi keduanya.
Cara Kerja Hybrid Paralel Toyota
Pada kecepatan rendah, misalnya saat melaju di parkiran, jalanan macet, gang sempit, atau stop and go traffic, sistem akan mengandalkan motor listrik sepenuhnya selama baterai masih mencukupi.
Dalam kondisi ini, mesin bakar otomatis mati sehingga konsumsi BBM bisa ditekan hingga nol.
Namun ketika kecepatan meningkat atau dibutuhkan tenaga ekstra, seperti saat menyalip atau menanjak, mesin bakar akan aktif dan bekerja bersama motor listrik.
Di sinilah peran power split device sangat penting, karena mampu membagi tenaga secara presisi agar performa tetap optimal tanpa mengorbankan efisiensi.
Tips Mengemudi Agar Mobil Hybrid Semakin Irit
1. Injak pedal gas secara lembut
Hindari menekan pedal gas terlalu dalam secara mendadak. Pada sistem hybrid paralel, injakan halus akan membuat mobil lebih sering berjalan dengan motor listrik saja, terutama di kecepatan rendah. Ini adalah kunci utama menghemat BBM pada mobil hybrid.
2. Kurangi kebiasaan kickdown
Kickdown memang memberikan akselerasi instan, tetapi memaksa mesin bakar dan motor listrik bekerja bersamaan. Efeknya, konsumsi BBM meningkat dan baterai lebih cepat terkuras.
3. Manfaatkan kondisi lalu lintas**
Saat terjebak macet, biarkan mobil melaju pelan secara natural tanpa agresif. Pada Toyota Veloz Hybrid, sistem akan mematikan mesin bakar di bawah kecepatan sekitar 20 km/jam dan hanya mengandalkan motor listrik. Ini momen terbaik untuk menghemat BBM.
4. Jaga ritme berkendara
Mengemudi dengan kecepatan stabil lebih efisien dibanding sering akselerasi dan deselerasi mendadak. Ritme yang halus membantu sistem hybrid bekerja optimal dalam memilih sumber tenaga paling hemat.
5. Pantau indikator sistem hybrid
Mobil hybrid Toyota dibekali layar Multi Information Display (MID) yang menampilkan alur kerja sistem secara real time. Pengemudi bisa melihat kapan motor listrik aktif, kapan mesin menyala, dan bagaimana energi disalurkan. Dengan memantau indikator ini, pengemudi bisa belajar menyesuaikan gaya mengemudi agar lebih efisien.
Meski mobil hybrid seperti Toyota Veloz Hybrid sudah dibekali teknologi canggih, efisiensi bahan bakar akan semakin maksimal dengan perilaku pengemudi.
Dengan memahami cara kerja sistem hybrid dan menerapkan teknik eco driving, pemilik mobil hybrid tidak hanya menghemat pengeluaran BBM, tetapi juga memperpanjang usia baterai serta menjaga performa kendaraan tetap optimal.
Pada akhirnya, mobil hybrid bukan sekadar soal teknologi, melainkan juga tentang bagaimana pengemudinya memanfaatkan teknologi tersebut secara cerdas. (*)




