NASMOCO - Dalam tiga hari terakhir, situasi keamanan di sejumlah kota besar di Indonesia kembali memanas.

Gelombang aksi massa yang berlangsung sejak siang hingga malam hari menimbulkan kericuhan di berbagai titik.

Beberapa kantor pemerintahan dan gedung DPRD menjadi sasaran amukan massa, begitu pula sejumlah fasilitas umum.

Ironisnya, kendaraan pribadi maupun umum tidak luput dari sasaran.

Berdasarkan laporan kepolisian, puluhan mobil dilaporkan terbakar, dirusak, atau dilempari massa, baik saat sedang diparkir maupun saat melintas di jalan yang berdekatan dengan lokasi kerusuhan.

Bagi para pemilik mobil, kondisi ini tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri.

Mobil tidak hanya menjadi aset berharga, tetapi juga sarana transportasi utama untuk bekerja maupun beraktivitas sehari-hari.

Saat kerusuhan pecah, mobil bisa menjadi sasaran empuk amukan massa karena dianggap mewakili simbol tertentu, atau sekadar berada di waktu dan tempat yang salah.

Karena itu, sangat penting bagi pengemudi memahami strategi berkendara aman saat kondisi sosial dan politik sedang tidak kondusif.

Berikut sejumlah tips yang bisa diterapkan untuk meminimalkan risiko saat harus berkendara di tengah situasi rawan aksi massa:

Hindari Objek yang Jadi Sasaran Massa

Berdasarkan pola kerusuhan yang sering terjadi, ada beberapa lokasi yang kerap menjadi pusat kemarahan massa, seperti kantor DPR/DPRD, kantor pemerintah, markas partai politik, rumah pejabat, hingga gedung-gedung vital yang dianggap simbol kekuasaan.

Mobil yang melintas atau parkir di sekitar area tersebut berisiko besar terkena imbas.

Karena itu, sebisa mungkin hindari jalur yang melewati lokasi-lokasi tersebut, bahkan jika artinya Anda harus memutar jauh.

Ingat, keamanan diri dan kendaraan jauh lebih penting daripada menghemat beberapa menit perjalanan.

Perhatikan Informasi Terkini Sebelum Berkendara

Langkah pertama sebelum keluar rumah adalah memperbarui informasi mengenai kondisi lalu lintas dan keamanan di rute yang akan ditempuh.

Manfaatkan aplikasi peta digital, media sosial, atau berita daring untuk mengetahui lokasi-lokasi rawan yang sebaiknya dihindari.

Biasanya aparat kepolisian maupun media akan menginformasikan titik-titik aksi atau jalan yang ditutup akibat adanya aksi demonstrasi.

Dengan informasi ini, Anda bisa merencanakan jalur alternatif sejak awal.

Menghindari titik keramaian massa jauh lebih aman daripada memaksa melintas dan berhadapan langsung dengan kerumunan.

Jangan Memasang Atribut Provokatif

Mobil dengan stiker partai politik, ormas, atau simbol-simbol tertentu bisa dianggap sebagai lawan oleh massa yang sedang emosi.

Mobil berpelat merah juga berpotensi menjadi sasaran amuk massa.

Jika memungkinkan, lepas atau tutupi atribut yang berpotensi memancing perhatian.

Semakin netral tampilan kendaraan Anda, semakin kecil pula kemungkinan menjadi sasaran.

Hal ini juga berlaku untuk bendera atau aksesori di dalam mobil yang bisa terlihat dari luar.

Tetap Tenang Jika Terjebak Massa

Ada kalanya pengemudi tidak bisa menghindar dan terjebak di tengah kerumunan.

Dalam kondisi ini, hal terpenting adalah tetap tenang.

Jangan membunyikan klakson keras-keras atau memperlihatkan gestur yang bisa memicu kemarahan massa.

Pastikan semua pintu mobil terkunci rapat dan kaca jendela tertutup.

Jika situasi semakin tegang, matikan lampu dalam kabin agar tidak terlalu mencolok.

Tunggu sampai kondisi memungkinkan untuk keluar secara perlahan, jangan memaksa menerobos kerumunan kecuali benar-benar darurat.

Siapkan Jalur Darurat

Selain jalur utama, sebaiknya Anda juga sudah menyiapkan jalur darurat untuk melarikan diri jika sewaktu-waktu situasi memburuk.

Pelajari jalan-jalan kecil, gang, atau alternatif lain di sekitar rute Anda.

Aplikasi navigasi digital biasanya bisa membantu menemukan jalur tercepat untuk menghindari titik keramaian.

Namun perlu diingat, jangan sampai terburu-buru mengambil jalur yang justru tidak aman, seperti jalan sempit yang bisa membuat Anda terjebak tanpa bisa bergerak.

Jangan Parkir Sembarangan

Banyak kasus mobil terbakar atau dirusak massa karena sedang terparkir di dekat titik kerusuhan.

Untuk itu, sangat disarankan untuk tidak memarkir mobil di pinggir jalan umum yang rawan dilalui massa.

Jika terpaksa harus meninggalkan mobil, pilihlah lokasi parkir yang relatif aman seperti gedung parkir berbayar, basement pusat perbelanjaan, atau area parkir dengan penjagaan.

Hindari pula memarkir kendaraan di sekitar perkantoran pemerintah atau fasilitas umum yang sedang menjadi sasaran protes.

Pertimbangkan Transportasi Alternatif

Jika kondisi kota sedang benar-benar tidak kondusif, ada baiknya menunda perjalanan dengan mobil pribadi.

Pertimbangkan untuk menggunakan transportasi umum yang lebih fleksibel atau menunda aktivitas hingga situasi aman.

Ingat, keselamatan pribadi lebih berharga dibanding risiko kehilangan kendaraan.

Itu tadi beberapa tips meminimalkan risiko saat berkendara di tengah aksi massa.

Kerusuhan massa memang sulit diprediksi dan bisa terjadi kapan saja.

Namun, dengan persiapan matang, kewaspadaan tinggi, serta sikap tenang, risiko yang mengancam pengemudi maupun kendaraan bisa diminimalkan.

Kuncinya adalah selalu mengutamakan keselamatan diri, menghindari lokasi rawan, serta mematuhi arahan aparat keamanan.

Mobil bisa diganti, tetapi nyawa dan keselamatan Anda tidak ternilai. (*)