NASMOCO - PT Toyota Astra Motor (TAM) menghadirkan inovasi terbaru di ajang Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2024 dengan memamerkan sederetan kendaraan elektrifikasi.

Salah satu yang menarik perhatian adalah Toyota Mirai, mobil listrik berbasis hidrogen pertama di Indonesia.

Mobil ini merupakan generasi kedua yang sebelumnya diluncurkan secara global pada 2020.

Tampilan Eksterior Toyota Mirai

Toyota Mirai dibangun di atas platform Toyota New Global Architecture (TNGA) dengan sasis GA-L, yang memberikan keseimbangan antara stabilitas dan kenyamanan berkendara.

Dari segi dimensi, sedan ini memiliki panjang 4.975 mm, lebar 1.885 mm, tinggi 1.470 mm, dan jarak sumbu roda 3.060 mm.

Desainnya elegan dan futuristik, menonjolkan kesan mewah sekaligus aerodinamis.

Gril depan minimalis dan lampu LED yang tajam memberikan tampilan modern.

Pelek berdesain sporty semakin melengkapi estetika keseluruhan, menjadikan Mirai sebagai simbol mobil ramah lingkungan yang tetap mewah.

Cara Kerja Mesin Hidrogen

Toyota Mirai menggunakan teknologi Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV) yang memanfaatkan hidrogen murni sebagai bahan bakar.

Hidrogen ini disimpan dalam tiga tangki khusus yang ditempatkan secara aman di bagian bawah kendaraan.

Sel bahan bakar (fuel cell) di balik kap mesin akan mengubah hidrogen menjadi listrik melalui proses kimia dengan oksigen dari udara.

Proses ini menghasilkan tenaga untuk menggerakkan motor listrik, dengan keluaran daya hingga 128 kW (setara 174 Tk).

Menariknya, satu-satunya emisi yang dihasilkan dari proses ini hanyalah air murni, menjadikannya kendaraan yang sepenuhnya nol emisi dan ramah lingkungan.

Keunggulan lainnya adalah jarak tempuh luar biasa hingga 1.359 km dalam sekali pengisian tangki hidrogen penuh, rekor ini bahkan tercatat dalam Guinness World Records.

Teknologi Canggih di Toyota Mirai

Toyota Mirai tidak hanya unggul dari sisi performa dan efisiensi, tetapi juga dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih. Beberapa fitur unggulan yang disematkan di antaranya:

  1. Toyota Safety Sense: Paket fitur keselamatan terbaru ini mencakup Dynamic Radar Cruise Control (DRCC), Pre-Collision System dengan Deteksi Pejalan Kaki, dan sistem lain yang meningkatkan keamanan berkendara.
  2. Sistem Penjernih Udara: Mirai memiliki sistem yang mampu menyaring hingga 90-100 persen partikel berdiameter 0-2.5 mikron, menjadikannya tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memberikan udara bersih bagi pengendara dan penumpang.
  3. Sumber Listrik Darurat: Mirai dapat digunakan sebagai sumber daya listrik darurat. Dengan dua saluran listrik (AC dan DC), mobil ini mampu memasok listrik untuk kebutuhan rumah tangga hingga empat hari dengan konsumsi rata-rata 400 Wh per hari.

Mirai bukan hanya kendaraan, tetapi juga bagian dari studi dan pengembangan masyarakat berbasis hidrogen di masa depan.

PT TAM bersama Pertamina saat ini menggunakan Mirai untuk pengujian, mendukung transisi energi terbarukan di Indonesia.

Dengan teknologi hidrogen yang ramah lingkungan, Toyota berharap dapat berkontribusi dalam mencapai target transisi energi terbarukan sebesar 34 persen pada 2030, serta mendukung visi Net Zero Emission pada 2060.

Toyota Mirai menjadi bukti nyata bahwa mobilitas masa depan tidak hanya terbatas pada kendaraan listrik baterai, tetapi juga hidrogen sebagai alternatif energi yang berkelanjutan.

Meski belum dipasarkan di Indonesia, kehadiran Mirai di GJAW 2024 menjadi langkah awal penting dalam mempopulerkan teknologi kendaraan berbasis hidrogen di Tanah Air. (*)