NASMOCO – Nama Toyota Hilux sudah lama identik dengan ketangguhan. Selama puluhan tahun, pikap legendaris ini menjadi andalan di berbagai sektor, mulai dari pertambangan, perkebunan, konstruksi, hingga hobi off-road.
Kini, Toyota membawa Hilux memasuki babak baru melalui Hilux BEV (Battery Electric Vehicle), sebuah pikap listrik yang tetap mempertahankan DNA tangguhnya, namun dibekali teknologi elektrifikasi yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Transformasi tersebut bukan sekadar mengganti mesin diesel dengan motor listrik. Toyota juga melakukan perubahan pada sistem penggerak, suspensi, hingga struktur rangka agar Hilux tetap mampu menghadapi berbagai karakter jalan, sekaligus menawarkan pengalaman berkendara yang lebih halus dan efisien.
Desain Tetap Gagah, Kini Lebih Modern
Sekilas, Toyota Hilux BEV masih mempertahankan siluet khas Hilux yang kokoh dan berotot. Namun, jika diperhatikan lebih dekat, sejumlah sentuhan baru langsung menunjukkan identitasnya sebagai kendaraan listrik.
Bagian depan tampil lebih bersih berkat penggunaan grille tertutup yang menjadi ciri khas mobil listrik. Desain tersebut dipadukan dengan velg aerodinamis berukuran 17 inci yang membantu meningkatkan efisiensi saat berkendara.
Emblem BEV yang terpasang pada bodi semakin menegaskan bahwa pikap ini telah memasuki era elektrifikasi.
Meski tampil lebih modern, karakter tangguh yang selama ini melekat pada Hilux tetap dipertahankan sehingga tidak kehilangan identitasnya sebagai kendaraan pekerja keras.
Dua Motor Listrik Menggantikan Mesin Diesel Legendaris
Perubahan terbesar tentu berada di balik kap mesin. Jika sebelumnya Hilux mengandalkan mesin turbo-diesel 2,8 liter bertenaga 150 kW dengan torsi 500 Nm, kini sumber tenaga tersebut digantikan oleh dua motor listrik.
Kombinasi kedua motor tersebut menghasilkan tenaga sebesar 144 kW dengan torsi maksimum 468 Nm yang disalurkan ke keempat roda melalui sistem All Wheel Drive (AWD) permanen.
Secara angka, tenaga memang sedikit lebih kecil dibandingkan versi diesel. Namun karakter motor listrik menghadirkan torsi secara instan sejak pedal akselerator diinjak.
Hal tersebut membuat respons kendaraan terasa lebih spontan, terutama ketika melintasi tanjakan, jalan licin, maupun saat membawa muatan.
Toyota juga meninggalkan sistem transmisi konvensional dan menggantinya dengan transmisi otomatis satu percepatan (single speed) yang dikendalikan melalui teknologi shift-by-wire.
Dengan konfigurasi tersebut, perpindahan tenaga menjadi lebih halus sekaligus meningkatkan efisiensi berkendara.
Tetap Andal Menjelajah Berbagai Medan
Sebagai kendaraan yang lahir dari keluarga Hilux, kemampuan melibas berbagai medan tetap menjadi perhatian utama Toyota.
Hilux BEV masih dibekali fitur Multi-Terrain Select yang memungkinkan sistem kendaraan menyesuaikan distribusi tenaga sesuai kondisi permukaan jalan. Mulai dari jalan berbatu, tanah, hingga lintasan berlumpur tetap dapat dilalui dengan lebih percaya diri.
Meski demikian, terdapat beberapa penyesuaian. Hilux BEV tidak lagi menggunakan transfer case low range maupun differential lock seperti yang terdapat pada Hilux diesel. Sebagai gantinya, pengaturan torsi dari dua motor listrik dipercaya mampu memberikan traksi optimal tanpa memerlukan komponen mekanis tersebut.
Pendekatan ini menunjukkan perubahan karakter Hilux dari kendaraan utilitarian murni menuju kendaraan listrik yang mengutamakan efisiensi tanpa meninggalkan kemampuan off-road.
Struktur Baru untuk Menopang Sistem Listrik
Perubahan tidak berhenti pada sektor penggerak. Toyota juga merancang ulang bagian kaki-kaki agar mampu menopang baterai dan motor listrik.
Rangka kendaraan diperkuat untuk menjaga kekakuan struktur, sementara suspensi depan menggunakan MacPherson Strut yang telah disempurnakan.
Di bagian belakang, Toyota mengadopsi suspensi De Dion, sebuah konfigurasi yang dirancang untuk memberikan keseimbangan antara stabilitas, kenyamanan, dan kemampuan membawa beban.
Perlindungan baterai di bagian bawah kendaraan juga menjadi perhatian melalui penggunaan Battery Under Cover Protection, sehingga komponen vital tetap aman ketika kendaraan digunakan di jalur berbatu maupun medan ekstrem.
Sebagai kendaraan listrik, kemudahan pengisian daya menjadi salah satu aspek penting.
Toyota membekali Hilux BEV dengan kemampuan pengisian AC hingga 10 kW dan DC Fast Charging hingga 125 kW.
Dengan pengisian cepat tersebut, baterai dapat terisi dari 10 persen hingga 80 persen hanya dalam waktu sekitar 30 menit.
Toyota memang belum mengungkap kapasitas baterai maupun jarak tempuh resminya. Namun perusahaan menyebut Hilux BEV dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional harian dengan proses pengisian yang cepat sehingga waktu kendaraan berhenti dapat diminimalkan.
Salah satu fitur menarik adalah inverter berdaya 1.500 watt yang memungkinkan kendaraan menjadi sumber listrik untuk berbagai peralatan elektronik. Fitur ini sangat berguna bagi pengguna yang bekerja di lapangan maupun melakukan aktivitas luar ruang.
Pada varian SR5, Toyota turut menghadirkan tambahan fitur kenyamanan dan keselamatan sehingga pengalaman berkendara menjadi lebih premium.




