NASMOCO – Melihat potensi larisnya kendaraan hybrid di Indonesia, PT Toyota Astra Motor (TAM) menghadirkan mobil baru di segmen tersebut.

Mengutip dari situs Toyota Astra Motor, pada tahun 2023, pasar mobil listrik di Indonesia menembus angka 71.500 unit secara Wholesales.

Dari jumlah itu, mobil hybrid  menguasai 76%, sedangkan Battery EV menyumbang 24%.

Sekarang penjualan mobil listrik Toyota sangat positif.

di Semester 1 2024, Toyota masih memimpin perolehan penjualan kendaraan elektrifikasi sebanyak 15.017 unit secara Whole Sales dan menguasai 40% pangsa pasar elektrifikasi nasional, dengan model HEV sebagai kontributor terbesar.

Kabar positif ini semakin membanggakan karena Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV yang Toyota produksi di Indonesia berhasil meraih gelar Car of The Year dari media otomotif nasional secara bergantian pada tahun 2023 dan 2024.

Di event GIIAS 2024, Toyota menambah pilihan Hybrid EV lewat All New Prius HEV.

Sebagai pioneer dan ikon mobil hybrid di dunia, All New Prius Generasi ke-5 tampil dengan progressive design sebagai representasi pengembangan teknologi elektrifikasi Toyota.

Tidak hanya Prius, TAM juga mempersembahkan lineup kendaraan yang menunjukkan komitmen mereka terhadap teknologi elektrifikasi dan mobilitas berkelanjutan, sejalan dengan strategi Multi Pathway dan visi Beyond Zero.

Apa saja line up mobil Toyota di GIIAS 2024? Ini daftarnya

1. All New Prius HEV dan Prius PHEV

Toyota meluncurkan All New Prius Generasi ke-5 dalam dua varian, Hybrid Electric Vehicle (HEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Prius HEV tetap menjadi ikon efisiensi bahan bakar dengan desain progresif dan sistem hybrid terbaru, sementara Prius PHEV menawarkan kemampuan pengisian eksternal untuk meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar.

Toyota Prius PHEV dipajang dengan kekuatan utama pada efisiensi BBM yang lebih tinggi berkat kapasitas baterai lebih besar yang bisa memanfaatkan external charging.

Ditampilkannya model Plug-in Hybrid EV tidak lepas dari kian bertumbuhnya ekosistem mobil listrik Toyota dalam bentuk charging spot di 115 lokasi strategis, di mana 111 titik di antaranya berada di dealer resmi Toyota, 2 titik di mal besar Jakarta, dan 2 titik di Rest Area Jalan Tol Trans Jawa, yang akan terus bertambah seiring meningkatnya popularitas BEV dan PHEV Toyota.

Selain penambahan fasilitas pendukung mobilitas yang membuat pelanggan worry free, PHEV secara khusus memiliki berbagai keandalan yang memperkuat value-nya bagi pelanggan yang ingin menjalani gaya hidup ramah lingkungan.

Pertama tentunya terkait kemampuan mengisi ulang baterai via external charger untuk meningkatkan daya tempuh EV Mode sebagai solusi mobilitas di dalam kota.

Berikutnya, PHEV juga memiliki kemampuan self charging untuk menjaga mobilitas di wilayah yang masih belum terjangkau charging spot.

Termasuk pula memiliki efisiensi bahan bakar superior berkat hybrid engine dengan siklus Atkinson, dan emisi jauh lebih rendah ketimbang mobil konvensional.

Fleksibilitas yang sangat tinggi ini membuat pelanggan PHEV Toyota bebas dari range anxiety ketika mobilitas di berbagai lokasi, baik dalam kota maupun antar kota.

2. Toyota FT-3e: Representasi Masa Depan Battery Electric Vehicle (BEV)

Toyota FT-3e adalah mobil konsep yang menampilkan komitmen Toyota dalam pengembangan teknologi Battery EV.

Hadirnya FT-3e menunjukkan keseriusan Toyota dalam menyediakan opsi mobilitas ramah lingkungan dengan infrastruktur pengisian daya yang semakin berkembang di Indonesia.

3. Kijang Innova Zenix HEV Flexy Fuel Concept

Sebagai bagian dari inisiatif untuk mengurangi emisi karbon, Toyota memamerkan Kijang Innova Zenix HEV yang menggabungkan teknologi hybrid dengan penggunaan bahan bakar alternatif.

Hal ini membuktikan bahwa mobil keluarga ikonik Indonesia juga dapat menjadi ramah lingkungan.

Kijang Innova Zenix HEV dipilih karena merupakan ikon kendaraan keluarga Indonesia, bahkan menemukan jati diri baru sebagai kendaraan ramah lingkungan.

Semakin memudahkan pelanggan, semua model mesin pembakaran internal (ICE) terbaru Toyota telah dirancang supaya dapat memakai bahan bakar Bioetanol (E10), serta jajaran mesin diesel Toyota telah mendukung pemakaian BBM Biodiesel.

Toyota berkomitmen untuk mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam menjalankan Indonesia Energy Roadmap.

Target jangka pendeknya adalah energi terbarukan bakal memenuhi setidaknya 34% pasokan listrik di Indonesia pada tahun 2030 untuk selanjutnya menuju Net Zero Emission di tahun 2060.

4. Mirai Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV)

Toyota Mirai FCEV menggunakan teknologi fuel cell yang menggunakan hidrogen murni sebagai sumber energi, menghasilkan emisi berupa air murni.

Mirai menjadi pilihan ideal untuk mereka yang mencari mobilitas zero emission dengan kinerja dan kenyamanan seperti mobil konvensional.

Hubungi wiraniaga Nasmoco atau atau klik bit.ly/wanasmoco dan dapatkan layanan kebutuhan Toyota anda dengan MUDAH, LENGKAP, NYAMAN. (*)