NASMOCO – Lebih dari setengah abad sudah Toyota hadir di Indonesia, menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan mobilitas masyarakat.

Dari generasi baby boomers hingga generasi z sudah ditemani berbagai line up kendaraan dari Toyota.

Beragam era kendaraan juga sudah dilewati dan Toyota selalu mampu beradaptasi untuk terus menguasai pasar.

Kini era baru kendaraan listrik di mulai, dan perubahan era itu bukanlah hal baru bagi Toyota di Indonesia.

Jodjana Jody Vice President Director Nasmoco Group menyebut Toyota sangat siap dengan strategi multi-pathway.

Dengan memiliki banyak varian di berbagai jenis kendaraan, perubahan era berkendara akan mengalami transisi yang lancar.

"Saya ambil contoh dulu tahun 2000, yang pakai transmisi manual saja itu 95 persen. Setelah 25 tahun, masih 50 persen pakai transmisi manual. Jadi perubahan teknologi itu tidak bisa cepat." terang Jody saat pembukaan GIIAS di ICE BSD Tangerang, Kamis 24 Juli 2025.

Transisi yang dialami Toyota di Indonesia bukan hanya saat itu, perjalanan Toyota di Indonesia dimulai pada tahun 1971, ditandai dengan kehadiran Corolla KE20 yang pertama kali dijual pada tahun 1972.

Empat tahun berselang, di tahun 1977, Toyota memperkenalkan Kijang Generasi Pertama, sebuah kendaraan serbaguna yang diproduksi secara lokal, menunjukkan komitmen awal untuk industri otomotif nasional.

Pada tahun 1979, jaringan bengkel resmi Toyota telah mencapai 41 cabang, menandakan perluasan layanan purna jual sejak dini.

?Memasuki era 1980-an, Toyota meluncurkan Kijang Generasi Kedua, yang akrab disapa "Kijang Doyok" pada tahun 1981, dirancang sesuai kebutuhan konsumen Indonesia untuk mengangkut barang.

Adaptasi pun terus dilakukan dengan menghadirkan Kijang Generasi Ketiga untuk mobil penumpang pada tahun 1986.

Di tahun 1987, Toyota Indonesia bahkan mulai melakukan ekspor kendaraan, dengan Brunei Darussalam sebagai tujuan ekspor pertama.

?Periode 1990-an menjadi saksi bisu perkembangan Toyota Kijang lebih lanjut.

Pada tahun 1995, Kijang Generasi Ketiga dengan corak merah putih melintasi jalur Banda Aceh hingga Larantuka dalam acara "Kijang Lintas Nusa", merayakan 50 tahun kemerdekaan Indonesia.

Menjawab kebutuhan akan kendaraan keluarga yang semakin meningkat, pada tahun 1997, Toyota Kijang Kapsul pertama kali diperkenalkan. Tahun 1998 menjadi tonggak penting dengan beroperasinya Pabrik Toyota Karawang pertama.

?Dekade 2000-an: Kelahiran Sang Legenda "Mobil Sejuta Umat" dan Inovasi Global

?Tahun 2003 menjadi momen krusial dengan kehadiran Toyota Avanza, yang dengan cepat dikenal sebagai "Mobil Sejuta Umat", menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat Indonesia.

Setahun kemudian, pada tahun 2004, Toyota Avanza mulai diekspor. Di tahun yang sama, Toyota Kijang Innova menjadi bagian dari proyek Global Innovative International Multipurpose Vehicle (IMV), menunjukkan kemampuan Toyota untuk beradaptasi dengan kebutuhan pasar global sekaligus lokal.

?Era 2010-an: Mendukung Green Car

?Mendukung program pemerintah dalam menyediakan kendaraan terjangkau dan ramah lingkungan, pada tahun 2013, Toyota Agya Low Cost Green Car (LCGC) Generasi Pertama diluncurkan dengan harga terjangkau.

Dua pabrik baru pun didirikan, yaitu Pabrik Karawang Kedua pada tahun yang sama, disusul Pabrik Karawang Ketiga pada tahun 2016.

Pada tahun 2018, Toyota Indonesia mencatatkan prestasi gemilang dengan berhasil mengekspor lebih dari 1 juta unit kendaraan utuh, membuktikan kualitas produk buatan Indonesia di mata dunia.

?2020-2025: Era Elektrifikasi dan Komitmen Netralitas Karbon

?Memasuki tahun 2020, Toyota Gazoo Racing hadir di Indonesia melalui tiga pilar: Motorsport, Komunitas, dan Produk, menghadirkan pengalaman berkendara yang sporty dan menyenangkan.

Komitmen terhadap netralitas karbon semakin diwujudkan dengan strategi Multi Pathway, meliputi elektrifikasi dan penggunaan energi terbarukan.

Pada tahun yang sama, Toyota Indonesia mengekspor lebih dari 2 juta unit ke lebih dari 80 negara.

?Tahun 2021 menjadi penanda peluncuran T Intouch, sebuah teknologi telematika yang meningkatkan konektivitas digital, kenyamanan, keamanan, dan kemudahan bagi pelanggan.

Komitmen purna jual juga diperkuat dengan T-CARE, program servis berkala rutin bebas biaya sejak 2022.

?Pada tahun 2022, Toyota memperkenalkan Kijang Innova Zenix Hybrid EV sebagai hybrid lokal pertama, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat.

Toyota Indonesia juga tengah mengembangkan Kijang Innova Zenix Rev/Fuel, kendaraan berbahan bakar ethanol, sebagai bagian dari upaya penurunan emisi karbon.

?Di tahun 2025, ekspor Toyota Indonesia diproyeksikan melampaui 3 juta unit.

Toyota juga membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen sebagai bagian dari studi ekosistem hidrogen, mendukung upaya pemerintah dalam energi terbarukan.

?Jaringan Aftersales Terluas: Kenyamanan dan Kepercayaan Pelanggan

?Salah satu pilar utama kepercayaan pelanggan Toyota adalah jaringan layanan purna jualnya yang luas dan terpercaya.

Dengan 358 Cabang Resmi Toyota, 317 Bengkel Resmi, dan lebih dari 1000 Part Shop Partner tersebar di seluruh Indonesia, Toyota memastikan "Peace of Mind" bagi setiap pemilik kendaraan.

Hingga saat ini, Toyota Indonesia melibatkan lebih dari 350 ribu pekerja lokal yang secara konsisten mengembangkan SDM dan penelitian teknologi, serta memiliki 20 komunitas luas (Toyota Owner Club) yang tersebar di seluruh Nusantara.

?Dengan rekam jejak yang solid dan komitmen berkelanjutan, Toyota siap menemani masyarakat Indonesia di era elektrifikasi.

Toyota telah meluncurkan dua mobil listrik buatan lokal, New bZ4X dan Urban Cruiser, menegaskan keseriusan dalam menghadirkan solusi mobilitas ramah lingkungan yang relevan untuk pasar Indonesia.

?"Toyota akan terus menemanimu untuk merealisasikan mimpi, menciptakan senyuman, mendukung keluarga Indonesia, dan berkontribusi untuk meningkatkan ekonomi Indonesia," demikian pesan kuat dari Toyota.

Di tengah banyaknya pilihan, memilih yang pasti-pasti saja adalah kunci. Toyota, dengan pengalaman, inovasi, dan jaringan terluasnya, siap menjadi mitra terpercaya Anda dalam setiap perjalanan. (*)