NASMOCO – Cuaca di bulan Agustus dan September cenderung panas terik. BMKG memperkirakan kemarau tahun ini akan lebih lama.

Bagi Nasmoco Lovers pemilik mobil listrik atau hybrid ada kebiasaan yang sebaiknya dihindari saat musim panas.

Ada satu kebiasaan sederhana yang juga perlu diperhatikan pemilik kendaraan listrik dalam penggunaan sehari-hari, yakni memilih lokasi parkir.

Di tengah cuaca panas, membiarkan mobil listrik terparkir berjam-jam di ruang terbuka yang langsung terpapar sinar matahari memang tidak serta-merta membuat kendaraan rusak.

Mobil listrik modern telah dibekali berbagai sistem pengaturan temperatur untuk menjaga komponen penting, terutama baterai, tetap bekerja dalam rentang suhu yang aman.

Namun, paparan panas yang terlalu sering dan berlangsung dalam waktu lama tetap bukan kondisi ideal, terutama jika kendaraan terus-menerus berada di lingkungan dengan temperatur tinggi.

Baterai merupakan salah satu komponen paling mahal sekaligus paling vital pada mobil listrik.

Di dalamnya terdapat ribuan sel baterai yang harus bekerja dalam kondisi temperatur tertentu agar performanya tetap optimal.

Ketika mobil terparkir di bawah terik matahari, temperatur kabin dapat meningkat drastis.

Panas dari lingkungan dan radiasi matahari juga dapat membuat temperatur sejumlah komponen kendaraan ikut meningkat.

Dalam kondisi seperti ini, sistem manajemen temperatur baterai akan bekerja untuk menjaga suhu tetap berada dalam batas yang ditentukan.

Pada beberapa kendaraan, sistem pendingin bahkan dapat tetap bekerja ketika mobil sedang tidak digunakan apabila kondisi baterai memerlukannya.

Masalahnya, semakin sering baterai menghadapi kondisi temperatur tinggi, semakin besar pula beban yang harus dikelola oleh sistem tersebut.

Panas dan Degradasi Baterai

Temperatur merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap proses degradasi baterai lithium-ion.

Suhu yang terlalu tinggi dapat mempercepat sejumlah reaksi kimia di dalam sel baterai sehingga dalam jangka panjang berpotensi mempercepat penurunan kapasitas.

Dampaknya memang tidak akan langsung terlihat setelah mobil diparkir satu atau dua kali di bawah matahari.

Penurunan kapasitas baterai merupakan proses bertahap yang berlangsung selama masa penggunaan kendaraan.

Akan tetapi, kebiasaan membiarkan mobil dalam kondisi panas ekstrem secara berulang, terutama jika dibarengi dengan pengisian daya dalam kondisi baterai dan lingkungan yang sangat panas, bukanlah kebiasaan yang ideal untuk menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang.

Ketika kapasitas baterai perlahan menurun, jarak tempuh maksimal kendaraan dalam sekali pengisian juga berpotensi ikut berkurang.

Misalnya, mobil yang ketika masih baru mampu menempuh jarak tertentu dengan kondisi baterai penuh, setelah digunakan selama bertahun-tahun mungkin tidak lagi memiliki kemampuan yang sama.

Kondisi tersebut merupakan bagian dari proses degradasi alami baterai, meskipun berbagai faktor dapat memengaruhinya.

Bukan Hanya Baterai

Dampak panas berlebih juga tidak berhenti pada baterai.

Ketika mobil terparkir lama di bawah matahari, temperatur kabin bisa meningkat sangat tinggi.

Saat pengemudi kembali, sistem pendingin udara harus bekerja lebih keras untuk menurunkan temperatur kabin hingga mencapai kondisi nyaman.

Pada kendaraan listrik, penggunaan sistem pendingin udara juga memiliki konsekuensi terhadap konsumsi energi.

Jika AC harus bekerja lebih keras untuk mendinginkan kabin yang sangat panas, energi baterai yang digunakan juga dapat meningkat.

Panas matahari dalam jangka panjang juga dapat memberikan tekanan terhadap berbagai material di bagian interior, seperti dashboard, jok, panel trim, serta komponen berbahan plastik dan karet.

Paparan sinar ultraviolet yang terus-menerus berpotensi membuat material tertentu lebih cepat mengalami perubahan warna atau penurunan kualitas.

Karena itu, persoalan parkir di bawah matahari sebenarnya bukan sekadar tentang baterai.

Parkir Ditempat Teduh Lebih Dianjurkan

Meski demikian, pemilik mobil listrik tidak perlu panik ketika terpaksa memarkir kendaraan di tempat terbuka.

Mobil listrik dirancang untuk digunakan dalam berbagai kondisi lingkungan, termasuk cuaca panas.

Sistem manajemen baterai dan berbagai perangkat elektronik di dalam kendaraan telah diperhitungkan untuk menghadapi perubahan temperatur.

Yang perlu dihindari adalah menjadikan paparan panas ekstrem sebagai kebiasaan apabila tersedia pilihan tempat yang lebih teduh.

Jika memungkinkan, pilih area parkir yang terlindung dari sinar matahari langsung. Garasi, area parkir beratap, basement, atau lokasi yang memiliki pepohonan dapat menjadi pilihan.

Penggunaan sunshade pada kaca depan juga dapat membantu mengurangi panas yang masuk ke kabin.

Setelah berkendara dan hendak melakukan pengisian daya, pemilik juga sebaiknya mengikuti petunjuk pabrikan mengenai kondisi dan temperatur yang ideal untuk pengisian.

Pada akhirnya, merawat mobil listrik bukan hanya tentang menjaga persentase baterai tetap berada pada angka tertentu.

Kebiasaan kecil seperti memilih tempat parkir yang lebih teduh juga merupakan bagian dari upaya menjaga kendaraan tetap nyaman, efisien, dan memiliki performa baterai yang optimal dalam jangka panjang.

Pilih mobil listrik baik HEV atau EV favoritmu di diler Nasmoco terdekat ada banyak pilihan mobil listrik hingga hybrid sesuai kebutuhan.

Disegmen listrik ada bZ4x, Urban Cruiser, hingga Hilux. Sementara untuk hybrid ada Zenix, Avanza, Yaris Cross hingga Alphard.

Nasmoco Lovers bisa menghubungi Nasmoco Care di nomor 1500 858 untuk layanan Toyota yang Mudah, Lengkap, dan Nyaman. (*)