NASMOCO - Hanya 15 dari 129 brand mobil listrik di China yang diprediksi masih akan eksis pada tahun 2030.
Laporan itu disampaikan media kenamaan Reuters mengutip dari katadata.co.id
Prediksi itu bisq jadi pertimbangan Nasmoco Lovers sebelum menentukan akan membeli mobil baru di tahun 2025 ini.
Industri mobil listrik China yang sempat menguasai pasar dunia kini mulai menunjukkan tanda-tanda kejatuhan.
Persaingan ketat dan perang harga membuat banyak pabrikan tak mampu bertahan.
Di tengah ketidakpastian ini, konsumen Indonesia perlu berpikir ulang dan memilih yang pasti-pasti aja.
Industri EV China di Ambang Krisis
Beberapa tahun terakhir, pabrikan mobil listrik asal Tiongkok merajai pasar dunia.
Mereka hadir di hampir semua benua, dari Asia hingga Eropa dengan produk-produk Electric Vehicle (EV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Produk mobil cina menawarkan harga murah dan teknologi mutakhir, namun perang harga itu kini jadi boomerang.
Bahkan, menurut data Katadata, brand mobil listrik Cina sempat menguasai hingga 76% pangsa pasar global.
Namun, kejayaan itu tampaknya tidak bertahan lama.
Laporan terbaru dari Reuters menyebutkan bahwa hanya 15 dari 129 brand kendaraan listrik dan PHEV di China yang diprediksi masih akan eksis pada tahun 2030.
“Ketatnya persaingan dan perang harga membuat sejumlah pabrikan kehabisan nafas, tidak mampu bertahan dan melanjutkan produksi,” tulis laporan tersebut mengutip konsultan AlixPartners.
Fenomena perang harga di pasar mobil listrik China telah menjadi bumerang. Meskipun mendorong inovasi dan efisiensi biaya, kondisi ini justru membuat banyak perusahaan kesulitan mencapai profitabilitas jangka panjang.
Di sisi lain, kelebihan kapasitas produksi memperparah kondisi industri otomotif di Negeri Tirai Bambu.
Konsumen Indonesia, Saatnya Pilih yang Pasti-Pasti Aja
Bagi konsumen di Indonesia, fenomena ini perlu jadi perhatian serius.
Saat banyak merek asing belum tentu bertahan hingga 5–10 tahun ke depan, memilih kendaraan dari brand yang sudah terbukti kualitas, layanan purna jual, dan jaringan servisnya adalah langkah cerdas.
Toyota, sebagai salah satu pemain otomotif global yang konsisten dan terus berinovasi, hadir dengan pilihan kendaraan elektrifikasi yang relevan untuk Indonesia mulai dari Hybrid Electric Vehicle (HEV) hingga model BEV.
Di model HEV mereka punya Innova Zenix hingga Yaris Cross yang kini jadi mobil paling laris di Indonesia.
Sedakan di model BEV Toyota juga memiliki bZ4x yang jarak tempuh dan daya tahan baterainya sudah teruji.
Dengan rekam jejak puluhan tahun, jaringan servis luas, dan nilai jual kembali yang terjaga, Toyota menawarkan ketenangan dan kepastian yang tidak dimiliki banyak brand pendatang baru.
Jadi, buat apa ambil risiko? Pilih yang pasti-pasti aja. Pilih Toyota.




