NASMOCO - Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) segera tiba. Seperti tradisi setiap tahun, banyak masyarakat memanfaatkan momen ini untuk melakukan perjalanan panjang menggunakan mobil pribadi.

Rencana perjalanan yang nyaman tentu membutuhkan persiapan kendaraan yang matang, terutama di sektor yang sering kali terabaikan, ban mobil.

Kondisi ban memegang peranan penting dalam menjaga keselamatan selama perjalanan jauh.

Seiring waktu, ban akan mengalami penurunan kualitas akibat gesekan dengan jalan dan faktor usia.

Oleh karena itu, mengecek kondisi ban sebelum berangkat sangatlah krusial.

bagaimana memeriksa ban dan risiko jika memaksakan perjalanan dengan ban yang sudah aus? Berikut ulasannya

Cara Mengecek Kondisi Ban

Sebelum memulai perjalanan panjang, pastikan ban mobil Anda masih dalam kondisi layak dengan langkah-langkah berikut:

Periksa Kedalaman Alur Ban

Alur ban atau tread depth yang masih aman adalah sekitar 1,6 mm atau lebih.

Anda bisa menggunakan koin atau alat pengukur khusus untuk mengeceknya.

Jika alur ban sudah hampir rata dengan indikator keausan ban (tread wear indicator), itu tanda ban harus diganti.

Perhatikan Permukaan Ban

Cari tanda-tanda kerusakan seperti retakan, benjolan, atau tambalan bekas bocor. Kerusakan ini bisa memperlemah struktur ban dan meningkatkan risiko pecah saat digunakan.

Periksa Tekanan Angin

Tekanan ban yang ideal berbeda-beda tergantung pada jenis mobil dan ban. Pastikan tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan, biasanya tercantum di pintu pengemudi atau buku manual mobil.

Cek Usia Ban

Ban yang sudah berusia lebih dari lima tahun meskipun jarang dipakai sebaiknya diganti karena materialnya bisa menjadi keras dan rentan pecah.

Risiko Menggunakan Ban Aus Saat Perjalanan Jauh

1. Pecah Ban

Ban aus lebih rentan pecah, terutama saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi atau membawa beban berat.

Suhu tinggi akibat gesekan juga bisa memperburuk kondisi ban. Pecah ban di jalan raya yang ramai bisa menyebabkan kecelakaan fatal.

2. Kehilangan Kendali

Ban dengan alur yang sudah tipis akan kehilangan daya cengkeram, terutama di jalan licin atau saat hujan.

 Risiko tergelincir atau aquaplaning (ban tidak menapak karena lapisan air) menjadi lebih tinggi.

 Ini membuat mobil sulit dikendalikan, terutama saat bermanuver mendadak.

3. Pengereman Tidak Efektif

Ban yang aus memperpanjang jarak pengereman.

Dalam situasi darurat, mobil membutuhkan lebih banyak waktu dan jarak untuk berhenti, yang meningkatkan risiko tabrakan. Ban botak juga cenderung selip saat pengereman mendadak.

Menjelang perjalanan libur Nataru, penting bagi setiap pengemudi untuk memastikan ban mobil dalam kondisi prima.

Periksa kedalaman alur, tekanan angin, serta usia dan kondisi fisik ban. Jangan ragu untuk mengganti ban jika sudah menunjukkan tanda-tanda keausan atau kerusakan.

Mengabaikan kondisi ban bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga penumpang dan pengguna jalan lainnya. Dengan persiapan yang matang, perjalanan libur Nataru Anda akan lebih aman dan nyaman.

Hubungi wiraniaga Nasmoco atau klik bit.ly/wanasmoco dan dapatkan layanan kebutuhan Toyota anda dengan MUDAH, LENGKAP, NYAMAN. (*)