NASMOCO – Parkir paralel kerap menjadi tantangan bagi pemilik mobil, terutama ketika berada di area dengan lahan parkir terbatas.

Beberapa hari yang lalu viral sebuah mobil ternyata tidak bisa digunakan untuk parkir paralel.

Ketika dipaksa, kendaraan itu justru mogok.

Posisi mobil yang terparkir sejajar dengan kendaraan lain membuat mobil harus bisa dipindahkan atau didorong ketika pemiliknya tidak berada di dalam kendaraan.

Kondisi tersebut juga perlu diperhatikan oleh pemilik mobil hybrid Toyota.

Meski dibekali teknologi elektrifikasi dan berbagai fitur modern, mobil hybrid Toyota tetap menyediakan cara praktis agar kendaraan dapat diparkir paralel tanpa menghambat kendaraan lain.

Salah satu fitur yang perlu dipahami adalah shift lock. Fitur ini memungkinkan tuas transmisi yang berada di posisi P (Parkir) dipindahkan ke posisi N (Netral) setelah mobil dimatikan.

Dengan posisi transmisi di N, mobil dapat didorong ketika diperlukan. Hal ini penting karena mobil yang diparkir paralel sebaiknya tidak dalam kondisi terkunci pada posisi P.

Mengapa Parkir Paralel Tidak Boleh Asal Berhenti?

Parkir paralel berbeda dengan parkir di dalam satu petak. Ketika kendaraan diparkir sejajar di tepi jalan atau area parkir terbatas, mobil berpotensi menghalangi kendaraan lain.

Karena itu, mobil harus dapat dipindahkan jika pemilik kendaraan lain membutuhkan akses keluar-masuk.

Salah satu caranya adalah memastikan transmisi berada pada posisi N sehingga mobil dapat didorong.

Pada mobil matik, posisi P membuat transmisi terkunci. Akibatnya, mobil tidak dapat didorong dengan mudah meskipun rem parkir tidak diaktifkan.

Mobil hybrid Toyota seperti Kijang Innova Zenix Hybrid EV, Veloz Hybrid EV, dan Yaris Cross Hybrid EV telah menggunakan fitur Electric Parking Brake (EPB).

Keberadaan EPB tidak menjadi penghalang ketika mobil harus diparkir paralel. Pengemudi hanya perlu mengetahui cara menonaktifkan EPB dan menggunakan fitur shift lock agar transmisi dapat dipindahkan dari P ke N setelah mesin dimatikan.

Dengan begitu, mobil tetap dapat didorong ketika pemilik kendaraan sedang tidak berada di dalamnya.

Cara Parkir Paralel Mobil Hybrid Toyota

Berikut langkah yang dapat dilakukan agar mobil hybrid Toyota tetap bisa dipindahkan ketika diparkir paralel:

1. Pastikan posisi mobil sudah tepat.

   Parkir kendaraan dengan posisi lurus dan pastikan tersedia ruang yang cukup apabila mobil perlu didorong.

2. Pindahkan tuas transmisi ke posisi P.

   Lakukan seperti prosedur parkir pada umumnya.

3. Nonaktifkan Electric Parking Brake (EPB).

   Sambil tetap menginjak pedal rem, tekan tombol EPB beberapa saat hingga muncul notifikasi pada panel instrumen bahwa EPB sudah tidak aktif.

4. Matikan mesin mobil.

   Tekan tombol start/stop untuk mematikan kendaraan.

5. Siapkan kunci mekanis.

   Ambil remote mobil dan keluarkan kunci mekanis yang tersimpan di dalamnya.

6. Gunakan fitur shift lock.

   Masukkan dan tekan kunci mekanis ke lubang shift lock yang berada di sisi tuas transmisi, tepatnya di bagian depan posisi P.

7. Pindahkan tuas ke posisi N.

   Sambil menekan shift lock, pindahkan tuas transmisi dari P ke N.

8. Pastikan mobil dapat didorong.

   Setelah transmisi berada di posisi N, keluar dari kendaraan. Bila diperlukan, coba dorong mobil untuk memastikan kendaraan dapat dipindahkan.

Dengan langkah tersebut, mobil hybrid Toyota dapat ditinggalkan dalam posisi yang memungkinkan untuk didorong ketika parkir paralel.

Bagaimana Jika Mobil Akan Digunakan Kembali?

Saat pemilik kembali dan ingin mengemudikan mobil, prosesnya juga cukup mudah.

Masuk ke dalam mobil, pindahkan tuas transmisi kembali ke posisi P, kemudian nyalakan mesin. Setelah itu, sambil menginjak pedal rem, aktifkan kembali EPB dengan menarik tombolnya ke atas.

Jadi, Parkir Paralel Mobil Hybrid Toyota Tidak Sulit

Parkir paralel menggunakan mobil hybrid Toyota sebenarnya tidak perlu membuat pemilik kendaraan khawatir.

Teknologi seperti Electric Parking Brake (EPB) tetap dapat digunakan bersamaan dengan fitur shift lock untuk membuat mobil bisa dipindahkan saat diperlukan.

Hal terpenting adalah memahami fungsi shift lock dan memastikan transmisi berada di posisi N setelah mobil dimatikan.

Dengan cara tersebut, mobil tidak menjadi penghalang bagi kendaraan lain sekaligus membuat aktivitas parkir paralel menjadi lebih mudah.

Namun, sebelum menerapkan langkah tersebut, pemilik kendaraan tetap perlu mengikuti panduan pada buku manual sesuai model mobil masing-masing karena detail pengoperasian dapat berbeda antarvarian. (*)