NASMOCO - Pada tahun-tahun terakhir, minat terhadap mobil listrik di Amerika Serikat mengalami penurunan signifikan, meskipun teknologi ini terus berkembang dan menjadi fokus utama industri otomotif global.

Sebuah survei terbaru oleh McKinsey & Co mengungkapkan bahwa sebanyak 46 persen pemilik mobil listrik sedang mempertimbangkan kembali ke mobil dengan mesin bensin pada pembelian berikutnya.

Lebih dari 30.000 responden menjawab sekitar 200 pertanyaan tentang mobil listrik untuk studi dua tahunan McKinsey itu.

Survei itu juga mengungkap faktor-faktor utama yang menjadi penyebab minat responden terhadap mobil listrik menurun di antaranya adalah berikut ini:

1. Infrastruktur Pengisian Daya yang Belum Memadai

Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh pemilik mobil listrik di Amerika adalah infrastruktur pengisian daya publik yang belum memadai.

Hanya 9 persen dari responden survei merasa puas dengan jaringan pengisian daya yang tersedia di wilayah mereka.

Masalah ini tidak hanya berlaku di Amerika Serikat tetapi juga menjadi tantangan global yang mempengaruhi penggunaan mobil listrik.

2. Biaya Kepemilikan yang Tinggi

Biaya kepemilikan mobil listrik masih menjadi hambatan bagi sebagian besar konsumen.

Meskipun harga kendaraan listrik telah mengalami penurunan, biaya perawatan dan penggantian baterai yang mahal tetap menjadi pertimbangan penting bagi pembeli potensial.

Hingga saat ini biaya mengganti baterai bahkan setara 50 persen dari harga mobil sendiri.

3. Kebutuhan untuk Perjalanan Jauh

Pemilik mobil sering kali merasa kendaraan listrik kurang cocok untuk perjalanan jarak jauh karena keterbatasan jangkauan.

Ekspektasi terhadap jarak tempuh minimum oleh konsumen telah meningkat dari 270 mil (435 kilometer) pada tahun 2022 menjadi 291,4 mil (469 kilometer) pada tahun 2024.

Hal ini menunjukkan bahwa masih ada kebutuhan akan teknologi yang lebih canggih dalam hal ini.

4. Kelambatan Program Infrastruktur Kendaraan Listrik Nasional

Program Infrastruktur Kendaraan Listrik Nasional yang berjalan lambat di Amerika Serikat juga turut mempengaruhi keputusan konsumen untuk beralih ke mobil listrik.

Ini mencakup pengembangan jaringan pengisian daya publik yang lebih luas dan aksesibilitas yang lebih baik bagi pengguna kendaraan listrik.

Itu pembangunan infrastruktur di Amerika yang relatif lebih maju, bagaimana di Indonesia?

Mobil Hybrid Jadi Solusi

Meskipun ada kekhawatiran yang signifikan, survei yang sama juga menunjukkan bahwa minat konsumen terhadap mobil listrik tidak sepenuhnya menurun.

Sebanyak 38 persen dari pemilik kendaraan nonlistrik di seluruh dunia sekarang mempertimbangkan untuk membeli mobil hybrid.

Mobil ini menggabungkan dua mesin yakni mesin listrik dan bensin.

Dengan begitu efisiensi BBM dan keinginan ramah lingkungan bisa dicapai, namun tidak perlu mengkhawatirkan 4 hal yang sudah dibahas di atas.

Toyota saat ini sudah memiliki line up mobil hybrid yang dibuat di dalam negeri yakni Toyota Innova Zenix dan Toyota Yaris Cross.

Kedua kendaraan itu saat ini menguasai pasar mobil listrik kategori hybrid.

Zenix juga menyabet gelar Car of The Year tahun 2023, sedangkan Yaris Cross merebutnya di tahun 2024.

Saat ini Yaris Cross menjadi salah satu mobil hybrid terlaris di Indonesia bersama Innova Zenix.

Data penjualan dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) di tahun 2023 menempatkan Yaris Cross terjual 5.476 unit.

Padahal SUV hybrid ini baru di rilis pada pertengahan tahun.

Bahkan di Jogja sudah ada komunitas pemilik Yaris Cross yang telah menggelar kegiatan bersama diler resmi Toyota Nasmoco.

Kegiatan komunitas otomotif seperti city tour hingga family gathering sudah beberapa kali terlaksana.

Jennifer Caroline salah satu owner Yaris Cross Hybrid GR TSS mengungkap alasannya memilih kendaraan tersebut.

Selain karena ramah lingkungan dan efisien dalam konsumsi bahan bakar, ia jatuh cinta dengan mode sport di Yaris Cross.

“Mode sportnya itu enak, kayak bener-bener lebih responsif, jadi kalau misal di tol mau pakai yang sport mode itu enak banget,” terang Jennifer.

Tak hanya itu meski Yaris Cross Hybrid itu mobil SUV namun di sisi lain kendaraan itu bisa buat family car.

Hal itulah yang membuat Jennifer mantap memilih Yaris Cross.

Terlebih memang ia sejak kecil memang sudah familiar dengan Yaris dari generasi pertama.

Ingin melihat lebih dekat dua kendaraan listrik ini?

Segera hubungi  wiraniaga Nasmoco atau atau klik bit.ly/wanasmoco dan dapatkan layanan kebutuhan Toyota anda dengan MUDAH, LENGKAP, NYAMAN. (*)