NASMOCO - Di era peralihan mobil dengan bahan bakar minyak ke era mobil elektrifikasi saat ini calon pembeli kendaraan dihadapkan dengan dua pertanyaan.
Mebeli mobil hybrid atau membeli mobil listrik?
Tentu ada kelebihan dan kekurangan di antara dua jenis mobil listrik tersebut.
Mobil hybrid adalah kendaraan yang masih menggunakan dua jenis mesin.
Kendaraan ini menggabungkan motor listrik dan motor dengan bahan bakar minyak.
Sementara mobil listrik sepenuhnya mengandalkan motor listrik.
Di era peralihan seperti saat ini, akan lebih aman dan nyaman jika memilih kendaraan hybrid.
Berikut ini alasan kenapa saat ini lebih baik memilih mobil hybrid daripada listrik.
1. Infrastruktur
Melihat kondisi yang ada sekarang, fasilitas SPKLU atau stasiun pengisian listrik umum hanya terdapat di kota besar.
Jumlahnya juga belum tersebar luas seperti halnya SPBU.
Di wilayah Jateng dan DIY misalnya, data dari PLN Jateng DIY, di wilayah Jateng dan DIY hanya ada 8 titik SPKLU.
SPKLU itu ada di PLN Semarang, SPKLU rest area 379A, res area 519A, rest area 519B, rest area 389B, SPKLU PLN Surakarta, SPKLU Yogyakarta, dan SPKLU UID Jateng DIY.
2. Evisiensi
Berdasarkan hasil uji coba LPEM FEB UI, efisiensi kendaraan hybrid sama baiknya dengan mobil listrik murni saat dipakai di kawasan perkotaan.
“Selama simulasi, BBM-nya terpakai kecil banget dan digerakkan oleh baterainya," ujar Riyanto, Peneliti Senior LPEM FEB UI, sebagaimana dikutip dari Kompas.
3. Harga
Hingga saat ini mobil dengan penggerak motor listrik harganya masih lebih mahal dari kendaraan hybrid.
Sebagai contoh misalnya mobil SUV Toyota Corolla Cross Hybrid dibanderol dengan harga Rp 548,3 juta.
Sementara mobil listrik yang berada di kelasnya dibanderol Rp 718 juta.
Selisih harga keduanya cukup jauh.
Sejauh ini mobil listrik yang dijual di Indonesia masih terbatas dan harganya mahal.
Ini karena ekosistemnya belum mendukung.
4. Mobilitas
Hingga saat ini jarak tempuh terjauh mobil listrik dari baterai penuh hingga nol di angka 450-an kilometer.
Dengan jumlah SPKLU yang terbatas jelas itu akan menghambat mobilitas.
Sementara budaya masyarakat Indonesia masih senang berpergian jauh mengendarai mobil, terlebih setelah tol trans Jawa dan Sumatera perlahan mulai terhubung.
Melihat hal itu, mobil listrik hanya cocok untuk mereka yang berencana memiliki mobil kedua.
Kendaraan listrik digunakan untuk dalam kota, dan BBM digunakan untuk luar kota.
Jika demikian akan lebih efisien menggunakan mobil Hybrid bukan?
Itu tadi empat alasan kenapa memilih mobil Hybrid dibanding mobil listrik.
Sebagai tambahan informasi, Toyota Nasmoco memiliki beberapa line up mobil Hybrid yang siap mengaspal di Jateng dan DIY.
Berikut ini daftar mobil hybrid Toyota Nasmoco
1. All New Corolla Cross
SUV perkotaan ini mengandalkan unit 2ZR-FXE 1.800 cc 4 silinder Dual VVT-i dengan power 100 ps dikombinasi motor listrik dengan power 36 ps.
Corolla Cross diklaim lebih efisien 62 persen dibandingkan mesin konvensional yang masih sepenuhnya mengandalkan motor bakar.
Hal ini membuat mobil hybrid Toyota jarang bertandang ke pom bensin untuk mengisi BBM.
Banyak orang menganggap mobil listrik akan kehilangan unsur fun to drive.
Namun faktanya mobil hybrid Toyota seperti All New Corolla Cross begitu menyenangkan saat dikendarai.
2. New C-HR Hybrid.
Toyota C-HR Hybrid dipasarkan dalam dua tipe: single dan dual tone yang masing-masing dibanderol Rp 523,350 juta dan Rp 524,850 juta.
Mobil ini menjadi model hybrid terlaris yang dijual Toyota Astra Motor (TAM).
Toyota New C-HR Hybrid kini dilengkapi dengan teknologi keselamatan Toyota Safety Sense (TSS) untuk memberikan keamanan yang lebih optimal kepada pelanggan.
3. All New Camry Hybrid
Toyota memberikan penyegaran pada salah satu sedan premiumnya, yakni Camry Hybrid.
Namun, bukan hanya penyegaran yang ditawarkan, ada juga edisi spesial yang ikut diluncurkan.
4. Corolla Altis Hybrid
Sedan terbaru ini hadir dengan mesin hybrid yang lebih bertenaga.
Tenaga tersebut didapat berkat beberapa penyempurnaan.
Toyota melakukan revisi pada sistem kelistrikannya.
Bagian Power Control Unit (PCU) dan transaxle motor elektrik didesain ulang.
Baterai lithium-ion juga jadi andalan sekarang.
Hasilnya, mesin tersebut dapat menghasilkan tenaga hingga 194 tk. Sementara sebelumnya, tenaganya hanya 96 tk.
Kemampuan akselerasinya untuk 0-100 kilometer per jam diklaim dapat ditempuh dalam 7,5 detik.
Lalu, yang paling penting adalah emisi yang dihasilkan. Corolla Altis Hybrid hanya menghasilkan emisi CO2 sebesar 107 g/km.
Jadi berminat bawa pulang yang mana?
Segera hubungi wiraniaga Nasmoco atau informasi lebih lanjut cukup melalui klik bit.ly/wanasmoco dan dapatkan layanan kebutuhan Toyota Anda dengan MUDAH LENGKAP NYAMAN. (*)




